Sehat finansial- Belajar Menabung

by - February 18, 2022

Assalam'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Tulisan kali ini akan membahas challenge yang akan kulakukan dalam belajar ilmu finansial bersama tim ch connect, mahasiswa bunda produktif ibu profesional. 

Tiap materi yang disampaikan juga disertai challenge yang sebenarnya perlu juga kita sadari untuk lakukan terlepas ikut kelas ini apa ga. 

Challenge pertama sudah aku kumpulkan pada tulisan sebelumnya mengenai insight pembelajaran pertama. 

Challenge di Pit Stop 2 adalah belajar menabung menghadapi keuangan keluarga menuju society 5.0.

Pas sekali, aku memang ingin menabung. 

Tujuan menabung ini ada yang untuk tiket mengunjungi orang tua dan pengembangan karir, tentu saja aku ingin menjadi teladan bagi anak-anakku. 

Aku ingin mengajari mereka bagaimana bisa berbakti kepada orang tua walaupun sudah tinggal jauh di luar pulau. 

Aku tidak tahu akan tinggal dimana anak-anakku nanti, mungkin mereka akan ingat ketika masa itu datang nanti dan semoga menjadi anak yang berbakti. 

Nah, sebelumnya aku berpikir apa menabung di celengan saja? Soalnya juga ada challenge untuk anak tentang kebiasaan menabung. 

Cuma kupikir, untuk menabung tiket akan lebih aman jika ditabung di bank. Aku jadi teringat celengan anakku dibongkar dan uangnya diambil mbak yang kerja di rumah. Hahaha. Ya sudahlah. 

Jadi sekalian saja saya ajarkan bagaimana menabung yang aman kan ya. Biar ga dicolong orang, apalagi untuk jumlah uang yang besar. Menabung bank juga sekarang bisa buka rekening secara online

Aku akan mengenalkan inilah namanya teknologi dan perkembangan zaman. Kalau dulu menabung dalam celengan, terus simpan ke bank dan sekarang dipermudah menabung di bank digital. 

Aku akan mencoba membuka bank digital di Bank BSI. Hmm aku buka berapa ya?

oke aku coba buka dua. 

Satu untuk tabungan tiket ke Medan. Satu untuk tabungan untuk ikut kelas dan sertifikasi NLP Coach. 

Mengapa ini penting bagiku? Selama aku masih punya orang tua aku ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. 

Video call saja mungkin tidak cukup, apalagi tipe mama yang hanya sekedarnya dan langsung tutup jika video call

Aku tahu bahasa cintanya kemungkinan besar adalah quality time. Makanya aku coba memenuhi itu. 

Sebelum pindah ke Jogja bahkan sampai sekarang aku tidak berniat menjadi PNS dengan alasan aku tidak ingin terikat supaya bisa mengunjungi orang tuaku kapan saja aku mau. 

Aku yakin keputusanku itu tepat karena benar saja, ketika papaku sakit. Aku harus segera terbang kesana untuk mengunjunginya.

Ternyata aku perlu merawatnya beberapa bulan sampai sembuh. Hingga akhirnya aku ikhlas ketika ia pulang ke Rahmatullah, aku masih sempat berbakti kepadanya. 

Namun, saat itu uang yang terpakai untuk tiket dan biaya perawatan ini itu sangat besar. Aku menyadari pengaturan keuangan saat itu belum terkelola baik sehingga saat ini perlu aku alokasikan sendiri biaya untuk ke Medan sana nanti. 

Kedua, mengapa aku penting menbuat tabungan kelas dan sertifikasi NLP Coach? 

Aku telah mengatakan kepada papa saat itu aku sedang ikut kelas NLP dan aku berencana ingin menjadi Coach. Jadi ini aku anggap janjiku dan perlu aku realisasikan. Terlebih aku memang saat ini lagi membutuhkan ilmu ini. Ini adalah kunci bagiku untuk bisa menjalani aspek kehidupan lainnya. 

Alhamdulillah sudah jadi dua rekening tabungan baru. Semoga bisa istiqomah menabung dan dimudahkan Allah SWT jalan nabungnya. Aamiin


You May Also Like

0 comments