Aliran Rasa Tahap Ulat

by - April 04, 2021


Aliran Rasa Tahap Ulat-Ulat

Aha.. Ternyata saya memang ulat developer.

Saya senang jika orang lain betumbuh melalui saya. Dari memberi berbagi makanan, menyediakan potluck yang saya sukai, potluck yang mereka suka. Ketika diterima dengan hati saya merasa sangat puas dan bahagia.

Saya praktekkan dalam kehidupan sehari-hari saya juga. Potluck tulisan untuk papa saya yang saya buat dari hati, Alhamdulillah mendapatkan respon yang baik. Saya rawat luka diabet papa saya. Ketika dalam seminggu terlihat progres yang luar biasa, saya sangat bersyukur.

Saya bahagia melihat orang tua saya bisa tersenyum. Alhamdulillah.

Selama di tahap ulat-ulat ini, sepertinya hasil TM saya terkonfirmasi. Hehe.

Saya ulat yang fokus.

Ketika saya fokus memakan makanan saya di luar kebun apel, saya selo aj. Hahaha.. Ditawarkan berbagai cemilan belum juga saya makan. Selo aja, makanan pokok saya masih belum habis jugaa. Wkwkkw.

Saya ulat yang harmoni.

Ketika ada ulat dalam keluarga yang belum mendapat makanan, atau bingung atau kesulitan saya ingin merangkul mereka. Itu juga karena saya ulat yang empathy.

Saya ulat yang….. rahasia. Hehehe.

Yang jelas saya tau diri saya unik, saya tau diri saya diberi potensi oleh Allah SWT, saya tau saya menjadi ulat dewasa yang siap bermetamorfosis sempurna. Aamiin..

 

Mengapa gamifikasi di tahap Ulat-Ulat dibuat seperti ini?

Di tahap ulat2 ini, kita dilatih untuk menjadi ulat yang beradab, berjiwa sosial dan fokus.

Emang ada ya ulat biadab? Wkwkkw.

Ya ada tuh yang disemprotin Pak Tani. Hahaha.

Adab sebelum ilmu. Yaa.. sebelum kita makan kita perlu menunjukkan adab.

Mulai dari pekan pertama, kita saling membagi makanan masing- masing.

Pekan kedua, kita menyajikan potluck yang kita suka supaya dinikmati ulat lain.

Pekan ketiga, bertemu dengan keluarga. Dimana muncul kehangatan makan bersama di bawah pohon apel nan rindang.

Pekan keempat. Kita juga berbagi ini makanan utamaku. Makan bareng-bareng lagi menambah keakraban dalam keluarga ulat.

Pekan kelima, kami mulai mengasah empati untuk peduli kepada ulat-ulat lainnya apakah masih ad yg kelaparan.

Pekan keenam, kami pun perlu menyajikan potluck apa yang disuka ulat lainnya..

Pekan ketujuh, kami dituntun untuk fokus terhadap ilmu yang dilahap. Bercermin kepada diri sendiri untuk memasuki tahap kepompong dengan lahap.

Pekan kedelapan, buddy system dibuat untuk menguatkan satu sama lain. Saling membagi cinta mempersiapkan peacefull place untuk bermetamorfosis dengan sempurna.

Terima kasih peri-peri kurikulum, semoga ide yang dituangkan dalam proses belajar di hutan kupu cekatan ini menjadi ladang amal jariyah buat peri-peri hutan kupu cekatan. Aamiin.  

 


You May Also Like

0 comments